Sikap Negara Lain Terhadap As Dan Korut Yang Diambang Perang

semakin memanas tensi yang terjadi di Semananjung Korea membuat para pemimpin di sejumlah negara mengambil sikap terhadap AS dan Korut

Semakin memanasnya konflik yang terjadi di Semananjung Korea setelah pihak kapal perang dari Amerika Serikat yang diperintahkan langsung oleh presiden AS Donald Trump bergerak ke Semananjung Korea untuk memberikan respon toto online terhadap uji coba rudal balistik yang diluncurkan Korea Utara beberapa hari sebelum akhirnya Donald Trump mengerahkan pasukan armada perangkan ke perairan Semananjung Korea.

Korea Utara yang kini tengah mengamcam akan menenggelamkan kapal perang milik Amerika Serikat tersebut kini semakin menjadi-jadi dengan kembali meluncurkan Rudal dengan jarak jauh. Mendengar hal tersebut, pasukan armada Inggris, kapal perang Perancis, armada raksasa Jepang dan kapal perang Korea Selatan merapat untuk memperkuat pasukan dan mengawal kapal perang dari Amerika Serikat yang tengah diancam oleh Pyongyang.

Melihat situasi konflik di Semananjung Korea semakin memanas, para pemimpin di sejumlah negara pun ikut memberikan tanggapan dan sikap terhadap konflik tersebut. sejumlah pemimpin mengharapkan agar negara yang tengah berkonflik di Semananjung Korea dapat di redam dan berakhir tanpa perang. Karena para pemimpin mengkhawatirkan para negara termasuk negara Asia yang sangat dekat dengan wilayah Semananjung Korea yang tengah berkonflik tersebut.

Sikap Rusia terhadap As dan Korut yang diambang perang

Mikhail Galuzin yang merupakan dubes federasi Rusia untuk Indonesia menjelaskan, untuk tensi yang terjadi di Semananjung Korea bisa mereda, maka Korea Utara dan Amerika Serikat harus sama-sama mampu untuk menahan diri sehingga tidak memancing provokasi. Mikhail Galuzin juga menyebutkan bahwa tensi yang tinggi antara AS dan Korut merupakan hasik dari sebab akibat atas tindakan provokasi dari Amerika Serikat dan juga Korea Utara.

Baru-baru ini, Jepang dan Korea Selatan berkoalisi dengan AS yang akan segera melakukan latihan gabungan dilaut Jepang selatan dan dilaut Kuning, dimana kedua tempat tersebut tidak jauh dari perairan Korea Utara. Dan sisi lainnya, sikap provokatif juga sering dilakukan oleh pemimpin Pyongyang Kim Jong Un tersebut.

Baru-baru ini pihak kim Jong Un juga melakukan pelatihan artileri yang berskala besar dipesisir pantai Timur, Korea Utara. Kim Jong Un juga sering menggertak dengan meluncurkan uji coba rudal dan nuklir. Provokatif yang seperti itulah yang akan membuat tensi di Semananjung Korea semakin memanas.

Democratic people’s Republic of Korea (utara) atau DPRK harus menghentikan segala kegiatan uji nuklir dan rudalnya sebab hal tersebut telah melanggar resolusi dari PBB. Sedangkan di sisi lainnya, AS beserta koalisinya juga harus menarik mundur dan menghentikan latihan militer. Karena Mikhail Galuzin mengatakan bahwa Korut tidak akan menghentikan uji rudalnya sebab jika dihentikan, Pyongyang takut akan bernasib sama dengan Irak, Suriah dan Libya yang telah menjadi sasaran dari serangan AS.

Sikap Indonesia terhadap As dan Korut yang diambang perang

Presiden Indonesia Jokowi Dodo juga menaruh perhatian terhadap kondisi memanas yang ada di Semananjung Korea. Jokowi mengatakan bahwa ASEAN harus menyampaikan pesan yang kuat untuk Korea Utara yang harus mentaati resolusi dari dewan keamanan PBB.

Jokowi menyampaikan jika kondisi di wilayah Semenanjung Korea dibiarkan berlarut-larut, maka akan berdampak pada wilayah laut China Selatan. Dirinya juga berharap agar wilayah laut China tidak dijadikan sebagai proyeksi untuk ajang kekuatan negara-negara besar. Jokowi juga berharap kepada negara ASEAN agar dapat menahan diri, sehingga tensi ketegangan dapat reda dan kondisi perdamaian dan stabilitas togel jitu di wilayah Semananjung Korea segera dikembalikan.