Fenomena Persekusi Semakin Marak Di Masyarakat

maraknya persekusi membuat banyak warga merasa resah, oleh karena itu banyak muncul anti persekusi di masyarakat.

Beberapa waktu yang lalu, sebuah video anak berumur 15 tahun di persekusi oleh orang dewasa viral di sosial media. Ini membuat keramaian di masyarakat. Banyak orang yang ingin mengusut orang yang melakukan persekusi tersebut. apalagi terhadap anak yang masih di bawah umur. Kejadian ini terjadi di cipinang muara, jakarta timur. Sejak pilkada DKI kemarin fenomena persekusi bandar bola di masyarakat memang semakin marak.

Kapolri Sebar Tim Siber Internet Untuk Cegah Persekusi

Melihat maraknya persekusi ini, membuat kapolri menyebarkan tim siber patroli internetnya. Dalam kamus besar bahasa indonesis (KBBI), persekusi adalah pemburuan sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga yang kemudian dipersusah, disakiti atau ditumbas. Maraknya persekusi di masyarakat membuat kapolri semakin gencar untuk memonitoringnya. Jika ada masyarakat yang mengalami persekusi bisa langsung melapotkan ke polri. Supaya bisa segera di tangani.

Untuk kasus di cipinang muara, jakarta timur kemarin terjadi pada pelajar berusia 15 tahun berinisial PMA. Persekusi terjadi karena unggahan di facebook pelajar tersebut yang merasa menghina ulama. Setelah viral di sosial media, polda metro jaya memang langsung mencari orang-orang yang mempersekusi pelajar tersebut. sekarang dua ditetapkan dua tersangka, dengan inisial M dan AM.

Pada jumpa press yang diadakan tadi malam, polda metro jaya bersama dua tersangka, perwakilan dari komisi perlindungan anak indonesia (KPAI) dan perwakilan dari kementerian sosial (Kemensos). Tersangka M, yang bekerja sebagai pekerja swasta di duga memukul satu kali, sedangkan tersangkan AM yang merupakan anggota salah satu ormas, diduga memukul korban tiga kali.

Pada saat penangkapan, tersangka berkata kalau mereka tidak tahu kalau korban masih dibawah umur. Melihat bentuk tubuhnya yang besar. tersangka merasa langsung emosi, ketika melihat status yang korban di tulis, seperti menghina ulama. Jadi dia langsung mendatanginya dan membawa ke pos RW untuk meminta maaf.

Korban Persekusi Akan Dilindungi Kapolri

Dengan menangkapan pelaku persekusi terhadap anak di bawah umur, bukan berarti fenomena persekusi akan hilang begitu saja. pihak kemensos mengatakan siap melindungi korban persekusi. Bahkan pihak kemensos siap melakukan advokasi pendidikan melalui pihak sekolah. Jadi untuk masyarakat yang mendapat perlakuan persekusi tak perlu takut untuk melaporkan ke pihak yang berwajib.

Menurut kapolri jenderal Tito Karnavian, pelaku yang melakukan persekusi bisa dikenai pasal walaupun tidak melakukan pemukulan. Masyarakat tidak boleh membawa, mendatangi seseorang dengan paksa. Ini bisa disebut dengan penculikan dan pastinya akan dikenakan pasal tertentu. Apalagi jika melakukan ancaman, pemukulan atau kekerasan lainnya. Bisa menjerat lebih banyak pasal dan memberatkan pelaku persekusi.

Kapolri juga mengatakan kalau ada seseorang atau kelompok yang merasa dirugikan di media sosial, bisa melaporkan ke kapolri karena ada UU ITE yang bisa menjeratnya. Jangan main hakim sendiri. kapolri pasti akan mengatasinya. Saat ini kapolri juga sudah menyebar banyak jajarannya, untuk melakukan patroli di sosial media. Untuk melihat banyaknya pelangaran yang terjadi.

Akhir-akhir ini masalah main hakim sendiri atau persekusi di indonesia memang sering terjadi. Orang-orang mudah tersulut emosi dan membawa semua masalahnya sendiri. ada pihak berwenang yang akan mengatasinya, kalau memang hal itu melanggar hukum. Jadi kita harus hentikan fenomena persekusi togel online ini. supaya tidak semakin menyebar di masyarakat. Dengan adanya sosial media, bukan berarti kita bisa bersikap seenaknya. Tapi harus bisa menjaga diri dengan lebih baik lagi.