Dalang Di Balik Kasus Proyek e KTP Triliunan Rupiah

Kasus proyek E KTP menjadi berita yang paling hangat di indonesia. Banyak nama besar yang terjerat dalam kasus ini.

Apakah Setya Novanta dalang Di balik kasus e ktp? Banyak masyarakat indonesia yang bertanya siapa saja tersangka di balik kasus korupsi kartu tanpa penduduk berbasis elektronik (e-ktp). Proyek ini menjerat nama-nama besar di indonesia. Triliunan uang negara hilang begitu saja, dimakanĀ togel sgp oleh para koruptor yang tak bertanggung jawab. Kasus proyek e ktp masih dalam proses persidangan dan memanggil para saksi ahli yang berhubungan dengan kasus ini.

Hasil Sidang Sementara Kasus Proyek e KTP

Semakin kesini semakin banyak nama besar yang terjerat sebagai tersangka kasus e ktp. Bahkan Gubernur jawa tengah, Ganjar Prabowo juga termasuk dalam penerima suap e-ktp. Dari hasil sidang korupsi proyek e ktp, kurang lebih Rp 2,3 juta triliun uang negara hilang begitu saja. sampai saat sekarang masih banyak rakyat indonesia yang belum memiliki e ktp. Pada hari kamis (27/4/2017), jaksa kpk telah memanggil 10 saksi. Persidangan dilakukan di pengadilan negeri tindak pidana korupsi jakarta. Semua saksi ini, akan memberikan penjelasan tentang kasus e ktp lebih rinci.

10 nama saksi itu antara lain ada Olly Dondokambey. Beliau menjabat sebagai bendahara umum PDI Perjuangan dan pernah menjabat di komisi II DPR. Menurut surat dakwaan terhadao sugiaharto dan Irman. Olly disebut telah menerima uang sebesar USF 1,2 juta. Kemudian ada Irvan Hendra Pambudi. Beliau adalah keponakan dari ketua DPR Setya Novanto dan menjabat sebagai Direktur PT Murakabi Sejahtera. Berikut ini daftar lengkap 10 saksi yang dipanggil oleh jaksa KTP dalam sidang kasus e-ktp.

  • Olly Dondokambey, mantan anggota Komisi II DPR
  • Irvan Hendra Pambudi, Direktur PT Murakabi Sejahtera
  • Henry Manik, Staf Tata Usaha Direktorat Catatan Sipil Ditjen Dukcapil Kemendagri
  • Mahmud, Staf Ditjen Dukcapil Kemendagri
  • Djoko Kartiko Krisno, Mantan Kasubbag Data dan Informasi
  • Toto Prasetyo,Staf Ditjen Dukcapil kemendagri
  • Evi Andi Noor Halim, pekerja swasta
  • Mayus Bangun, Manager Goverment Public Sector I Pt Astra Graphia
  • Muji Rachmat Kurniawan, karyawan PT Softob Tecknology Indonesia
  • EP Yulianto, Karyawan PT Sandipala Arthaputra

Keputusan Partai Pendukung Melalui Hak Angket

Kasus proyek e-ktp ini memang menimbulkan pro dan kontra diberbagai kalangan. Termasuk di para pejabat DPR. Dalam sidang komisi III DPR yang diadakan pada kamis, (27/04/17), mengadakan sidang usulan hak angket. Para anggota komisi II mengajukan hak angket kepada komisi pemberantasan korupsi, untuk menyelidiki ulang kasus e ktp terhadap tersangka Miryam S Haryani. Mereka meminta KPK untuk membuka rekaman BAP miryam S Haryani, yang sudah memberikan keterangan palsu.

Anggota partai pendukung yang mengajukan hak angket, dianggap tidak ingin persidangan kasus e-ktp diselesaikan dengan tuntas. Mereka ingin tahu kebenaran dari penyebutan semua nama yang banyak menyakut anggota komisi III DPR. Tapi KPK juga dapat menolak hak angket tersebut. Berdasarkan UU keterbukaan informasi dalam penyelidikan dan penyidikan sebuah kasus. Dalam rekaman BPA tersebut, mariam mengatakan ada enam anggota DPR Komisi II yang mengancam mariam pada saat bersaksi di kasus korupsi e-KTP ini.

Kasus ini akan tetap dilanjutkan sampai menemukan dalang dibalik, lenyapnya uang negara triliuan rupiah. Sebagai warga negara yang baik, kita ikuti semua proses peradilan. Korupsi harus diadili seadil mungkin dan menerima hukuman yang sepantasnya. Sekian sedikit ulasanĀ togel hk tentang perkembangan kasus proyek e-ktp. Semoga bermanfaat.