Awas Gunung Agung, Presiden Jokowi Beri Bantuan Rp 7,1 Miliar

Setelah statusnya naik menjadi Awas sejak 22 September 2017, gunung Agung memang seolah tinggal menanti waktu meletus. Tercatat total 43 ribu jiwa sudah mengungsi.

Sebagai salah satu pulau tujuan wisata di dunia, Bali kini tengah bersiap menghadapi bencana meletusnya gunung Agung. Gunung setinggi 3.031 meter di atas permukaan laut itu telah bangun dari tidur panjang selama setengah abad lamanya. Karena diketahui jika titik tertinggi di Bali itu terakhir kali meletus pada tahun 1963 silam. Saat itu letusan gunung Agung sampai merenggut total 1.000 korban jiwa.

Gunung yang berlokasi di sebelah tenggara gunung api Batur itu memiliki tipe letusan yang dianggap lebih dahsyat daripada muntahan gunung Merapi tahun 2010.Status gunung Agung sendiri awalnya ada di level Waspada pada 19 September tapi tiga hari kemudian yakni pada 22 September langsung dinaikkan ke level Awas. Dengan jarak bahaya dari erupsi gunung Agung berada dalam radius 9-12 km dari titik letusan potensial, tercatat total jumlah pengsungsi sudah menyentuh 43.036 jiwa berdasarkan data Bidang Humas Satgas Tanggap Darurat togel online sampai Minggu (24/9) kemarin.

Ribuan Gempa Selama Empat Hari

Dilansir Merdeka, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementrian ESDM, Kasbani, menegaskan bahwa tanda-tanda bakal meletusnya gunung di Karangasem itu makin dekat. Dengan skenario erupsi, gunung Agung akan menyemburkan asap berupa uap air atau campuran gas vulkanik terus-menerus. Nantinya rentetan gempa/swam yang menyambung jadi tremor bakal menandakan letusan segera terjadi hanya dalam hitungan jam.

Dalam kurun waktu empat hari sejak Jumat (22/9) hingga Senin (25/9) siang WITA, sudah ada 1.914 kali gempa Vulkanik Dalam, 830 kali gempa Vulkanik Dangkal dan 277 kalo gempa Tektonik Lokal. Gempa yang makin terasa ini menandakan adanya energi magmatik yang luar biasa besar di dalam perut gunung Agung.  Berjaga-jaga akan letusan, bandara internasional I Gusti Ngurah Rai pun bersiap untuk ditutup. Penerbangan akan diarahkan ke Juanda Surabaya, Sultan Hasanuddin Makassar, Sepinggan Balikpapan, Soehat Tangerang dan Lombok.

Meskipun bahaya letusan gunung Agung sudah di depan mata, faktanya masih saja ada warga yang enggan mengungsi. Sebagian warga di beberapa desa Karangasem itu menolak meskipun sudah dibujuk pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), lantaran baru akan mengungsi jika gunung Agung sudah meletus. Padahal jika gunung yang dianggap suci oleh umat Hindu Bali itu meletus, maka suhu perut bumi yang keluar bisa mencapai 600-800 derajat celcius. Dengan kecepatan luncur awan panas dari kawah menuju lereng menyentuh 300 km/jam, akan jadi mustahil bagi manusia untuk menyelamatkan diri.

Bantuan Dari Lokal dan Internasional

Menyadari bahwa banyak warga lereng gunung Agung bekerja sebagai petani dan peternak, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementrian Pertanian mempersiapkan kandang penampungan ternak pengungsi gunung Agung. Dengan kapasitas 5.000 ekor, kandang sementara itu tersebar di tujuh lokasi yakni di kabupaten Klungkung dan Karangasem. Total ternak di empat kecamatan terdampak (zona merah) ada sekitar 17 ribu ekor. Dengan sebagian di antaranya sudah diungsingkan ke rumah kerabat di lokasi aman atau memilih untuk dijual.

Presiden Jokowi pun dijadwalkan bandar poker meninjau pengungsi erupsi gunung Agung dan menyerahkan bantuan senilai lebih dari Rp 7,1 miliar. Bantuan itu berupa 5.000 lembar selimut, 18.230 lembar matras, 520.000 lembar masker, 12.000 kilogram beras dan kebutuhan lainnya. Tak cuma bantuan dari pemerintah, sejumlah warga asing yang bekerja di Bali pun ikut peduli dan datang ke posko pengungsian.